DEFINISI AIR

03/11/2011 16:02

       1.1.DEFINISI AIR

 

Air adalah bahan alam yang paling penting untuk manusia, hewan, ataupun tumbuhan dalam kehidupan ini. Dalam keadaan murni, air merupakan cairan yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Air mempunyai  rumus kimia H2O (H-O-H), yang berarti satu molekul air tersusun dari dua atom hydrogen (H) dan satu atom oksigen (O). Satu molekul air mempunyai ukuran yang sangat kecil +/- 0,1 nano meter (1nanometer = 1/1 milyar meter).

Gambar 1.1 dimensi molekul air

 

1.2. SIKLUS AIR

Siklus air adalah daur perputaran air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer, melalui kondensasi (pengembunan), evaporasi (penguapan air laut, daratan, sungai, tanaman dsb), presipitasi (pembentukan hujan, hujan es, salju yang berasal dari kumpulan awan).  Air permukaan, ba ik yang mengalir atau tegenang (danau, waduk dan rawa) dan sebagian air bawah  permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut.

Gambar 1.2. siklus air di alam

1.3. SUMBER AIR DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH

Air merupakan bahan yang paling melimpah di atas bumi, karena 70%  permukaan bumi tertutup oleh air (laut, danau dan sungai). Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh manusia, yaitu kira-kira hanya 0,634%.

Sebagian besar air, kira-kira 97,2% ada dalm samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan.

Gambar 1.3 Sumber Air di Dunia

 

Selain berupa air laut (air asin 97,2%), air di bumi juga mengambil bentuk sebagai salju (2,166%), air  tawar danau (0,009%) dan air tawar sungai (0,0001%). Dari data diatas, kalau ditambahkan hanya sekitar 0,625% + 0,009% + 0,0001% = 0,634% saja  yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan kita.

Namun sumber-sumber air semakin tercemari oleh limbah industri yang tidak diolah dan tercemar karena penggunaannya yang melebihi kapasitasnya. Kalau kita tidak melakukanperubahan yang radikal dalam cara kita meanfaatkan air, mungkin saja suatu saat air tidak lagi dapat digunakan tanpa pengolahan khusus yang biayanya sangat besar.

Gambar 1.4 Air dari pegunungan

 

1.3.1. AIR PERMUKAAN

Air permukaan adalah semua air yang terdapat di permukaan tanah, antara lain sumur, sungai, rawa dan danau atau dam. Air permukaan berasal dari air hujan yang meresap dan membentuk mata air di gunung atau hutan, kemudian mengalir ke permukaan bumi dan membentuk danau atau rawa. Pada umumnya air permukaan tampak berwarna dan kotor, hal itu terjadi akibat kotoran, pasir dan lumpur yang ikut terbawa aliran air.

Air danau merupakan air permukaan yang mengumpul pada cekungan permukaan tanah. Permukaannya biasanya berwarna hijau kebiruan, yang disebabkan oleh banyaknya lumut yang tumbuh di permukaan maupun di dasar danau. Selain itu juga dipengaruhi oleh bahan organic (kayu, daun dan bahan organik lainnya) yang membusuk akibat peguraian oleh mikroorganisme di dalam air. Akibat pembusukan tersebut, mengakibatkan kondisi anaerob yang menghambat oksidasi besi dan mangan sehingga air danau memiliki kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) yang relatif tinggi.

Gambar 1.5 Sebuah danau yang indah

1.3.2. AIR TANAH

Air tanah merupakan air yang terdapat di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.  Air tanah berasal dari air hujan yang meresap kedalam tanah. Dalam proses peresapan tersebut air tanah mengalami penyaringan oleh lapisan-lapisan tanah. Air tanah lebih jernih dibandingkan dengan air permukaan. Air tanah memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi, diantaranya Na, Mg, Ca, Fe dan O2

 

                                          

Gambar 1.6. Gambaran air tanah

 

Kondisi air tanah yang berkapur menyebabkan tingkat kesadahan (hardness) air tanahnya relative tinggi, karena mengandung ion-ion Ca2+ dan Mg2+. Sedangkan kondisi air pada tanah yang mengandung batu granit, memiliki derajat kesadahan yang rendah.

Air tanah merupakan pelarut yang baik. Terjadinya kontak dengan tekstur butiran tanah yang mengandung berbagai macam mineral menjadikan air tanah mengandung berbagai unsur ā€“unsur terlarut, baik berbentuk kation (ion positif) terlarut, anion (ion negatif) terlarut, dan larutan non ionik. Gas juga ditemui dalam air tanah antara lain oksigen, karbondioksida, hydrogen sulfide dan metan.

Selain zat mineral (anorganik), senyawa organik juga ditemukan dalam bentuk terlarut dalam air tanah, dengan jumlah dan variasi senyawa yang bermacam-macam. Senyawa organik terbentuk secara alamiah, dari terurainya zat-zat yang berasal dari makhluk hidup seperti  tumbuhan (organik) dan umumnya terdapat dalam kadar  yang rendah. Dalam beberapa lokasi kandungan senyawa organik sangat tinggi mencapai 2000mg/L, seperti misalnya air gambut di Kalimantan dan Sumatera. Selain zat yang terlarut tersebut, air tanah juga mengandung mikroorganisme dan bahan radio aktif.

Umumnya kation yang terlarut dalam air tanah (yang tidak tercemar) didominasi oleh Ca2+, Mg2+, Na+, dan K+. Sedangkan untuk anion yang ditemukan adalah HCO3-, CO3-, SO4- dan Cl-.

 

1.4. KARAKTER AIR DI INDONESIA

Indonesia mencakup wilayah yang luas, yang terdiri dari kepulauan dengan pulau-pulau yang sangat besar seperti Kalimantan, Papua dan Sumatera, hingga pulau-pulau yang sangat kecil. Karena sedemikian luasnya, maka sifat geologis, tekstur tanah dan jenis tanahpun beragam.

Demikian pula dengan curah hujan yang bervariasi dari sangat besar hingga yang relatif kering.  Kondisi  tanah dan iklim (klimatologis) di atas tentu sangat berpengaruh pada kualitas air tanah. Air tanah di daerah pantai kurang bisa dimanfaatkan terutama bila terkena intrusi air laut (asin) yang umumnya terjadi pada musim kemarau.

 

1.5. KARAKTER AIR PADA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM PENGHUJAN

Indonesia yang berada di wilayah iklim tropis hanya memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Wilayah tropis di dekat garis katulistiwa (equator) umumnya mempunyai curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Semakin jauh dari katulistiwa, perbedaan musim hujan dengan musim kemarau semakin terasa. Daerah Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat dan Timur yang dilalui oleh garis katulistiwa mempunyai musim kemarau yang pendek, (rata-rata 1-2 bulan), sedangkan wilayah Nusa Tenggara Timur yang jauh di selatan katulistiwa mempunyai musim kemarau 6-9 bulan (musim kemarau didefinisikan bila curah hujandalam 1 bulan < 100mm). Perubahan musim secara langsung berdampak pada jumlah air di permukaan. Pada musim penghujan jumlah air sangat berlimpah, konsentrasi kontaminan yang ada di dalam air lebih sedikit karena efek pengenceran. Secara fisik air pada musim penghujan cenderung berwarna coklat  dengan kekeruhan yang tinggi, tetapi padatan terlarutnya rendah. Kandungan bahan organik dan anorganik juga lebih rendah jika dibandingkan dengan musim kemarau.

Pada musim kemarau jumlah air terbatas. Tak jarang, beberapa daerah di Indonesia mengalami bencana kekeringan saat kemarau melanda. Konsentrasi kontaminan yang masuk perairan semakin tinggi karena tidak ada efek pengenceran. Kontaminan dapat berasal dari limbah domestic, pertanian atau dari industri.

 

1.6. JENIS-JENIS AIR

 

1.6.1. AIR MURNI

Air murni merupakan air yang kandungan mineralnya (besi, mangan, kalsium dan sebagainya) sedikit sekali bahkan hampir tidak ada. Kandungan mineral yang ada biasanya dalam keadaan terlarut. Keberadaan air murni di alam hampir tidak ada karena banyaknya pengaruh dari lingkungan dan alam itu sendiri.

 

1.6.2. AIR BERSIH

Air bersih merupakan air yang secara fisik, kimia dan biologi layak untuk digunakan bagi pemenuhan kehidupan hidup manusia. Air ini dapat diperoleh secara langsung baik dari air permukaan  ataupun dari air tanah. Jika mengambil air dari air permukaan perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu karena pada umumnya air permukaan telah banyak pencemarnya, tetapi  jika menggunakan air tanah ada yang memerlukan pengolahan dan ada juga yang dapat digunakan secara langsung. Air tanah yang dapat digunakan secara langsung sebenarnya hanya air yang berasal dari sumber yang terisolasi, seperti air pegunungan yang penduduknya jarang. Pengetesan secara sederhana terhadap air dilihat dari warna, bau dan rasa.

 

1.6.3. AIR MINUM

Air minum adalah air yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Walaupun banyak sumber air segar yang sekilas dapat diminum oleh manusia dengan aman, sangat memungkinkan ada vector (pembawa) penyakit atau penyebab masalah kesehatan yang akan terlihat efeknya di masa mendatang (disebut efek akumulatif). Hal ini bisa terjadi  jika air yang digunakan untuk dikonsumsi tidak memenuhi standar air minum. Standar air minum yang digunakan adalah Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI No.907/MENKES/SK/VII/2002.

 

1.6.4. AIR MINUM DALAM KEMASAN

Air dengan kualitas yang memenuhi  syarat sebagai air minum dalam bahasa Inggris disebut potable water (dari kata pot, artinya teko). Kualitas air minum yang baik harus memenuhi syarat fisika, kima dan biologi, sesuai standar yang digunakan untuk air minum yaitu SNI No.01-3553-1996 yang dapat dilihat pada Tabel 1.1

  

Gambar 1.7.Air minum

 

Air minum dalam kemasan memiliki syarat yang lebih ketat daripada syarat yang ada dalam Kepmenkes 907 tahun 2002, karena air minum dalam kemasan diharapkan dapat dikonsumsi untuk jangka waktu yang lebih lama.

 

         Tabel 1.1 : Standar Air Minum SNI No. 01-3553-1996

         dll

Contact

CV . Mitra Usaha Mandiri

mitrausman@yahoo.co.id

Jl . Urip Sumoharjo - Surabaya

Telp : 6231 - 5452872
6231 - 5355728
6231 - 5329607



Fax : 6231 - 5355728

Mobile : 6281 - 357031243

Search site

mitrausahamandiriĀ© 2009 All rights reserved.

Make a free websiteWebnode